FGD SMK PK dengan Universitas Pancasila

Pendampingan Kompetensi Teknis Teknik Permesinan

Acara dimulai pukul 11.00 WIB dibuka oleh pembawa acara kegiatan FGD Bapak Faizal Riza, M.Kom. Selanjutnya kegiatan dimulai dengan mengucapkan Basmalah secara bersama-sama sebagai pembuka untuk manfaat dan kelancaran kegiatan yang dilaksanakan.

Sambutan pembukaan disampaikan oleh Kepala Sekolah Bapak Sukarno, S.T., M.M. yang menyambut kehadiran narasumber dan peserta FGD serta berharap agar kegiatan berjalan dengan lancar dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah ilmu baru bagi peserta FGD. Bapak Sukarno juga berharap agar narasumber dapat memberikan arahan dan bimbingannya agar TEFA (Teaching Factory) jurusan Teknik Permesinan Smk Dinamika Pembangunan 1 Jakarta semakin berkembang dan maju serta diharapkan dapat berkembang menjadi mini industri.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Nia Rachmawati, S.T.,M.Si selaku pendamping dari Universitas Pancasila bagi SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta selau SMK Pusat Keunggulan. Ibu Nia menyampaikan harapan serta tujuan diadakannya FGD ini yaitu sebagai sarana untuk membuka wawasan bagi seluruh peserta FGD sehingga peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk saling menambah ilmu dan berbagi pengalaman dengan narasumber yang sudah sangat berkompeten pada bidangnya.

Acara inti berlangsung dan dipandu oleh moderator, yaitu Ibu Nia Rachmawati, S.T.,M.Si. Materi FGD pendampingan kompetensi teknis teknik permesinan disampaikan oleh Bapak Muhammad Rusydi selaku Akademi Komunitas Toyota Indonesia (Toyota Indonesia Academy). Sebelum menjelaskan materi inti,  Bapak Rusydi memaparkan dan menceritakan sekilas biografi dan perjalanan karir beliau hingga dapat sukses sampai dengan saat ini. Selain itu beliau juga membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Jepang selama 2,5 tahun. Dari berbagai perjalanan dan pengalaman pendidikan maupun karir yang sudah dilalui Bapak Rusydi, tidak heran jika beliau memberikan motivasi bagi peserta FGD agar selalu semangat dalam menambah ilmu dan menikmati segala proses yang akan dihadapi.

Setelah bercerita sedikit tentang pengalamannya dan memotivasi peserta FGD, Bapak Rusydi menyampaikan materi intinya yaitu terkait welding dan finishing. Beliau menyampaikan bahwa pemakaian welding harus sesuai dengan aturan dan finishing sangat perlu dilakukan karena mempengaruhi hasil dari suatu produk. Beliau juga menyatakan sangat penting jika TEFA pada proses welding dan finishing sudah dapat mengikuti standar dari pabrik, sehingga TEFA bisa sinkron dan terserap ke dalam standar industri atau pekerjaan.

Beliau juga memberitahu bahwa welding atau pengelasan yang merupakan salah satu proses penting dalam bidang industri. Beberapa pemaparan yang dijelaskan oleh Bapak Rusydi diantaranya: (1) Penggunaan Jenis Stick Welding, (2) Ringkasan ARC Welding, (3) ARC Welding Position, (4) ARC Welding untuk Baja Lunak, dan (5) Kesalahan Welding dan Sebabnya. Setelah beliau selesai memaparkan terkait welding, moderator memberikan kesempatan bagi peserta FGD untuk bertanya terkait materi yang sudah disampaikan.

Pemaparan selanjutnya dari Bapak Rusydi yaitu materi pekerjaan finishing. Beliau menyatakan jika proses finishing sangat perlu dilakukan untuk memastikan hasil produk sudah sesuai standar industri. Salah stau proses finishing yang beliau sampaikan pada kegiatan FGD yaitu proses mengikis. Beberapa hal yang disampaikan diantaranya: (1) Pekerjaan Mengikis, (2) Macam-Macam Alat Pengikis dan Kegunaannya, (3) Posisi Tubuh Ketika Mengikis, (4) Cara Menggosok Pengikis, dan (5) Cara Finishing Permukaan Datar Maupun Lengkung.

Pertanyaan disampaikan oleh peserta FGD Bapak Darwin Noefebrianto, S.T. selaku Guru sekaligus operator produksi TEFA. Beliau menanyakan terkait posisi ideal dalam mengelas, posisi ideal saat mengelas seperti apa yang baik apakah dilakukan duduk atau berdiri. Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Bapak Rusydi, beliau menyampaikan bahwa proses welding sebaiknya dilakukan seraya berdiri, namun jika ingin dilakukan seraya duduk dapat dilakukan juga tetapi diharuskan bagi pekerjannya untuk duduk di kursi yang memang khusus sebagai tempat untuk proses welding. Beliau juga menegaskan dalam posisi berdiri maupun duduk yang terpenting adalah mengutamakan keselamatan pekerjanya.

Setelah pemaparan materi oleh Bapak Rusydi dan sesi tanya jawab serta sharing pengalaman dengan peserta FGD telah selesai dilalui. Kegiatan FGD ditutup dengan sebuah kesimpulan yang disampaikan oleh Ibu Nia selaku moderator kegiatan kali ini, yaitu (1) seorang guru tidak boleh jika hanya memberikan tugas, tetapi menjadi guru juga harus bisa mencontohkan apa yang ia tugaskan, (2) Berani melakukan improvement pada TEFA, (3) Konsisten dalam melakukan sesuatu, dan (4) semangat untuk terus maju dan berkembang demi masa depan yang lebih baik.

Facebook Comments