Home / Artikel / Anak STM bandel.?

Anak STM bandel.?

Anak STM bandel.?

Trade mark semacam itu tidak akan Anda temui di STM Dinamika Pembangunan 1-2 Jakarta. Oh ya.. sekarang sebutannya sudah SMK yaa. iyaa.. mereka dari berbagai jurusan, ada Mesin, Otomotif, Listrik, Komputer Jaringan, Teknik Audio Video, Pemasaran, dll.

SMK Dinamika Pembangunan 1-2 Jakarta tahun ini menerima murid sejumlah 1116 siswa.

Wow…

Total jumlah pelajar yg ada di SMK Dinamika Pembangunan 1-2 Jakarta ini sudah di atas 5000 siswa. banyak bener

Apa yg unik dari SMK ini?

Anak SMK bisa mimpin tahlil, hafal surat yasin, demen baca maulid nabi dan yg keren punya visi kebangsaan toleran dan senang merayakan keragaman. saya rasa tidak banyak sekolah di level SMK yang modelnya begini, apalagi lokasinya juga berada di Ibu Kota Republik ini, tepatnya di Penggilingan, Jakarta Timur.

kok bisa ya? ya bisa laaah

SMK dengan jumlah murid terbanyak di Jakarta ini dipimpin langsung oleh tokoh NU betawi, Drs. KH. Ahmad Shodri HM, ayah dari sahabat saya, ustadz H. Haikal Shodri, S.Psi.,M.Si yang saat ini juga mengembangkan lembaga pendidikan setingkat SD dan SMP di wilayah Jatibening, Bekasi dengan nama Ashodriyah 9 Islamic School.

Kyai Shodri, demikian panggilan akrabnya, adalah sosok ulama Betawi yang tak diragukan ke-NU-annya. Ia pernah menjabat sebagai salah satu ketua tanfidziyah di PWNU Jakarta. Saat ini selain aktif di Syuriah NU Jakarta, beliau juga didapuk sebagai Ketua Jakarta Islamic Center di Tanjung Priok Jakatta Utara.

Kecintaan beliau akan ilmu dengan mengaji kepada para ulama dan habaib. Ia pernah mengaji kepada KH. Ali Syibromalisi, Muallim KH. M. Syafi’i Hadzami, KH. Hasbiyallah (pendiri dan pemimpin Perguruan Islam A-Wathoniyah Pusat), KH. Muhajirin Amsar ad-Dari, Habib Ali Bungur, Habib Ali Kwitang, bahkan ia pernah belajar Qira’ah di salah satu pesantren di Banten, serta ulama Betawi dan non Betawi lainnya.

Faktor usia yang menginjak 60-an, tidak menghalangi beliau untuk terus mengkaji dan mendalami khazanah kitab-kitab klasik, saat ini kegiatan pengajian masih aktif dikediamannya, setiap Selasa ba’da Shubuh dengan kajian Kitab Mizan Al Kubra, Ihya Ulumiddin, dan salah satu karya Ulama Jakarta Mishbah al Zhalam yang di tulis oleh KH. Muhajirin Amsar Ad-Daari. Ditambah dengan pengajian setiap Senin malam di minggu pertama yang di bimbing oleh Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf pada tiap bulannya dengan kajian kitab Tarbiyyatul Aulad fil Islam karya Abdullah Nasih ‘Ulwan.

dengan melihat sepintas pengalaman dan aktivitas Kiai Shodri rasanya kita bisa mengerti sekarang, kenapa ruh santri dan ke-NU-an juga sangat kental di lembaga pendidikan SMK yg notabene terkategori pendidikan umum ini.

“jadi kiai itu kudu punya lembaga, madrasah kek, sekolah kek, pesantren kek, kalau kaga punya lembaga itu namanya kiai kaki lima”, begitu ucap beliau suatu hari kepada saya.

saya menganggap ucapannya itu sebagai otokritik kepada banyak kiai yg jadual ceramahnya padat sekali, seneng manggung tapi lupa duduk, ya duduk di majelis sendiri, baik itu madrasah atau pesantren.

pagi ini saya didaulat oleh beliau untuk memberikan tausiyah motivasi buat lebih dari 1000 siswa baru di SMK Dinamika Pembangunan. dan terkagum² pada akhlaq murid² baru itu, ketemu guru²nya ada yg sampe cium tangan bolak balik, di pesantren mungkin wajar, tapi di SMK? tentu saja fenomenal.

SMK DP Kereeeeen

Oleh : Nurul Huda Haem

Facebook Comments

Check Also

Pengumuman Hasil Seleksi (VIERA) Calon Penerima Bantuan Sertifikasi TOEIC bagi Siswa SMK Tahun 2019

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK Program bantuan Sertifikasi internasional kemampuan berbahasa Inggris dengan TOEIC bagi siswa SMK …